meriamtoto
LIVEMeriam mengubah cara perang lewat dua jalur yang saling berkaitan: ia memberi pasukan kemampuan menyerang bangunan dan infanteri, lalu mendorong perubahan pada senjata bergerak maupun benteng pertahanan. Perubahan itu tidak berlangsung sekali jadi; bentuk dan peran meriam berkembang mengikuti kebutuhan pertempuran [1].
Beragam bentuk, beragam peran
Meriam adalah artileri berbentuk tabung yang menggunakan bubuk mesiu atau bahan pendorong lain untuk melontarkan proyektil. Ukuran kaliber, jangkauan, sudut tembak, dan daya tembaknya beragam, sehingga lebih dari satu jenis meriam dapat digunakan di medan perang [1].
Salah satu bentuk awal senjata mesiu dalam pertempuran adalah tombak api: tabung berisi bubuk mesiu yang dipasang pada ujung tombak dan digunakan untuk menyemburkan api. Serpihan kadang dimasukkan agar ikut terlontar. Dalam perkembangannya, bahan kertas dan bambu pada laras digantikan oleh logam [1].
Catatan pertempuran artileri mesiu yang terdokumentasi mencakup penggunaan huochong oleh Jenderal Dinasti Song, Han Shizhong, untuk merebut sebuah kota di Fujian pada 1132. Meriam genggam digunakan oleh Mesir dalam pertempuran melawan Mongol di Ain Jalut pada 1260. Di Eropa, penggunaan awal diperkirakan terjadi di Iberia pada abad ke-13, sedangkan di Inggris meriam tercatat digunakan dalam Perang Seratus Tahun, pada pertempuran Crécy tahun 1346 [1].
Pengepungan ikut berubah
Pada Abad Pertengahan, meriam menjadi senjata standar perang dan efektif terhadap infanteri maupun bangunan [1]. Kemampuan menyerang bangunan membuat artileri relevan dalam pengepungan: benteng tidak lagi bisa mengandalkan perlindungan tembok tanpa memperhitungkan daya tembak meriam.
Perubahan itu juga menyentuh rancangan pertahanan. Ketika perkembangan meriam dan taktik baru membuat benteng pertahanan lama tidak lagi memadai, dikembangkan benteng bintang yang dirancang untuk menahan serangan meriam [1]. Jadi, kisahnya bukan sekadar meriam menggantikan benteng; pertahanan ikut menyesuaikan diri dengan ancaman baru.
Dari senjata besar ke artileri yang lebih mudah digerakkan
Setelah Abad Pertengahan, meriam berukuran besar mulai ditinggalkan dan digantikan oleh meriam yang lebih ringan, digunakan dalam jumlah lebih banyak, serta lebih mudah digerakkan [1]. Secara taktis, pergeseran ini berarti artileri tidak hanya mengandalkan daya tembak sebuah senjata besar: kemudahan memindahkan unit dan menambah jumlahnya juga menjadi bagian dari pilihan di medan perang.
Penggunaan meriam turut mengubah peperangan laut. Angkatan Laut Britania Raya termasuk pihak yang mulai menggunakan kekuatan meriam [1]. Perannya pun tidak terbatas pada pengepungan atau pertempuran darat, meski kutipan sejarah yang tersedia tidak merinci bagaimana penggunaannya di kapal.
Ketepatan dan daya rusak
Perkembangan laras melingkar meningkatkan ketepatan meriam dan membuatnya semakin mematikan, khususnya terhadap infanteri [1]. Dalam perang abad ke-20, meriam masih memiliki peran besar: catatan yang dirujuk menyebut mayoritas kematian pada Perang Dunia I disebabkan oleh meriam, dan meriam juga banyak digunakan pada Perang Dunia II [1].
Jejak perkembangannya memperlihatkan bahwa teknologi senjata dan taktik perang saling memengaruhi. Meriam mengubah cara pasukan menghadapi bangunan, menata artileri, dan mempertahankan posisi; perubahan pada bentuk serta kemampuan meriam kemudian menuntut penyesuaian berikutnya dalam pertahanan dan pertempuran [1].
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Meriam. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=30022170&title=Meriam (diakses 2026-10-03).